Home News Aktivitas Gempa Swarm ke-46 Mengguncang Ambarawa dan Sekitarnya

Aktivitas Gempa Swarm ke-46 Mengguncang Ambarawa dan Sekitarnya

49
0
Logo BMKG. Foto: Dok Bernasnews.com

BERNASNEWS.COM – Pada hari Kamis, 25 November 2021 pukul 00:10:30 WIB, wilayah Ambarawa, Jawa Tengah diguncang gempa yang dirasakan oleh warga. Dari hasil analisis BMKG menunjukkan gempa ini memiliki magnitudo M2.8 Episenter terletak pada koordinat 7.30 LS dan 110.41 BT tepatnya di darat pada jarak 10 km Barat Laut Kota Salatiga, Jateng dengan kedalaman 11 km.

Menurut Setyoajie Prayoedhie, Kepala Stasiun Geofisika Banjarnegara, dalam siaran pers yang diterima Bernasnews.com pada Kamis, 25 November 2021, dengan memperhatikan magnitudo, lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, tampak bahwa gempa yang terjadi merupakan bagian dari rangkaian aktivitas gempa swarm ke-46 yang terjadi di Ambarawa dan sekitarnya.

Guncangan gempa swarm ini dirasakan di Ambarawa dalam skala intensitas II MMI (getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang). Karena itu, masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Selain itu, menghindari dari bangunan yang retak atau rusak akibat gempa.

“Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal Anda cukup tahan gempa ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum Anda kembali ke dalam rumah. Kemudian, pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi (Instagram/Twitter @infoBMKG), website (http://www.bmkg.go.id atau inatews.bmkg.go.id), telegram channel (https://t.me/InaTEWS_BMKG), atau melalui Mobile Apps (IOS dan Android): wrs-bmkg atau infobmkg,” kata Setyoajie Prayoedhie.

Sementara itu, BMKG Ahmad Yani Semarang memprakirakan dalam periode 3 hari ke depan potensi cuaca ekstrem dan curah hujan dengan intensitas lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang berpotensi terjadi di beberapa wilayah Jawa Tengah.

Menurut Sutikno, Kepala BMKG Ahmad Yani Semarang, pada 25 November 2021, kondisi cuaca tersebut berpotensi terjadi di
Cilacap, Wonosobo, Wonogiri, Kota/Kabupaten Magelang, Boyolali, Temanggung, Rembang, Karanganyar, Blora, Kota/ Kabupaten Semarang, Tegal, Brebes, Sragen, Purworejo, Pekalongan, Pati, Jepara, Grobogan, Demak, Batang dan sekitarnya.

Kemdian pada 26 November 2021 diperkirakan terjadi di Cilacap, Wonosobo, Wonogiri, Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Kota/Kab. Magelang, Boyolali, Temanggung, Rembang, Karanganyar, Blora, Kota/ Kab. Semarang, Kab. Tegal, Brebes, Sragen, Purworejo, Kab. Pekalongan, Pati, Jepara, Grobogan, Demak dan sekitarnya.

Sementara pada 27 November 2021 terjadi di Cilacap, Wonosobo, Wonogiri, Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Kota/Kab. Magelang, Temanggung, Rembang, Karanganyar, Blora, Kota/ Kabupaten Semarang, Sragen, Purworejo, Kebumen, Grobogan, Demak, Salatiga dan sekitarnya.

“Masyarakat dihimbau agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap potensi cuaca ekstrem (hujan lebat disertai kilat/petir dan diikuti angin kencang, dan lain-lain) dan dampak yang dapat ditimbulkan seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, angin kencang, pohon tumbang, dan jalan licin,” kata Sutikno dalam siaran pers yang diterima Bernasnews.com. (lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here