Home News Kasus Covid-19 di Kota Yogyakarta Tinggi, Relawan Sulit Mendapatkan Ambulans

Kasus Covid-19 di Kota Yogyakarta Tinggi, Relawan Sulit Mendapatkan Ambulans

281
0
Relawan Satgas Covid-19 yang tergabung dalam POSSEKBER Relawan Kemantren Kraton, Kota Yogyakarta sedang melakukan pemulasaran jenazah Covid-19. (Foto: Kiriman M. Joko Saputro)

BERNASNEWS.COM — Meningkatnya kasus warga terpapar beberapa hari terakhir di Kota Yogyakarta menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan mencapai lebih dari 500 kasus. Sedankan kasus meninggal karena Covid-19 DIY hampir menyentuh angka 2.000 kasus. Bisa dibayangkan betapa sibuknya penggunaan armada ambulans maupun para relawan yang ikut berjibaku dalam pemulasaran jenazah Covid-19.

Sekretaris POSSEKBER Relawan Covid-19 Kemantren Kraton M. Joko Saputro kepada Bernasnews.com mengungkapkan, bahwa saat mengevakuasi seorang warga yang meninggal akibat terpapar Covid-19, Senin (12/7/2021), para relawan cukup lama untuk mendapatkan armada ambulans.

Para Relawan yang tergabung dalam POSSEKBER Relawan Kemantren Kraton saat lakukan giat evakuasi jenazah warga yang meninggal akibat terpapar Covid-19. (Foto: Kiriman M. Joko Saputro)

“Para relawan gabungan dari Njaga Kampung Langenastran, KTB (Kampung Tanggap Bencana) Gamelan, KTB Patehan, KPSY (Komunitas Panembahan Semanak Yogyakarta) dan relawan lainnya dari POSSEKBER Kemantren Kraton, cukup lama untuk mendapatkan ambulans. Dari pukul 08:00 WIB hingga mendapatkannya pukul 15:00 WIB dari RSUD Kota Yogyakarta,” terang Joko, Rabu (14/7/2021).

Dikatakan, teman-teman relawan sudah standby sejak pagi, pihaknya juga sudah berusaha mencari armada ambulans dengan telepon BPBD, PMI, PSC, dan Relawan Muhammadiyah semua isi tidak ada ambulans yang kosong. “Kebetulan kemarin (Senin,12/7) ada dua warga yang meninggal akibat Covid-19, di wilayah 2 RW Kampung yang berbeda,” ujar Joko yang juga sebagai Staf, di Kelurahan Panembahan.

Armada ambulan dari RSUD Kota Yogyakarta yang didapatkan setelah penantian cukup lama oleh para rlawan. (Foto: Kiriman M. Joko Saputro)

Selain keterbatasan Alat Perlindungan Diri (APD) dan sarana lainnya, imbuh Joko, juga akses untuk penggunaan armada ambulans, serta akses pada rumah sakit untuk cari surat swab antigen. “Ada warga yang meninggal malam jam 22:00 WIB sesuai prokes harus dilakukan rapid test sebelum jenazah disucikan sebagai antisipasi. Kami harus putar-putar cari rumah sakit yang bisa melayani, baru jam 04:00 WIB pagi dapatkan,” ujarnya. (ted)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here