Tuesday, May 17, 2022
spot_imgspot_img
spot_img
HomeNewsAkibat Naiknya Status Merapi, 185 Warga Dusun Kalitengah Lor Sleman Diungsikan

Akibat Naiknya Status Merapi, 185 Warga Dusun Kalitengah Lor Sleman Diungsikan

BERNASNEWS.COM — Akibat naiknya status aktivitas Gunung Merapi sejak Kamis kemarin, sedikitnya 185 jiwa tengah diungsikan, Senin (9/11/2020), di Lapangan Balai Desa Glagahharjo, Cangkringan, Sleman, DIY. Para pengungsi ini adalah para lansia yang berasal dari Dusun Kalitengah Lor, Desa Glagaharjo, merupakan dusun wilayah paling utara yang lokasinya beradius kurang dari 5 kilometer dari puncak Merapi.

Tim dari Aksi Cepat Tanggap (ACT) DIY bersama PT Pertamina MOR IV, Jateng & DIY turut menyalurkan bantuan berupa paket pangan dan hygine kit, Senin (9/11/2020). Foto: Kiriman Nasrudin ACT DIY

Di tempat pengungsian Glagaharjo ini, para lansia disedikan tempat berupa sekat-sekat kayu triplek dengan luas 2×2 meter untuk tempat tinggal sementara hingga kondisi Merapi kembali normal. Para pengungsi sudah menempati barak pengungsian sejak Sabtu (7/11.2020) sore. Pengungsian Merapi ini diprioritasakan untuk para lansia dan anak-anak karena mereka yang paling rentan jikalau suatu saat Gunung Merapi mengalami erupsi atau letusan.

Di Wilayah Yogyakarta, Kabupaten Slema baru Dusun Kalitengah Lor yang sudah dilakukan evakuasi untuk lansia dan anak-anak. “Rencananya jika kondisi Merapi tidak lekas membaik Dusun Kalitengah Kidul juga akan dilakukan evakuasi serupa,” ungkap Tri Wiyono, Kepala Desa Glagaharjo, Senin (9/11/2020).

Suasana barak pengungsian yang diisi oleh ibu-ibu lansia, di Lapangan Balai Desa Glagahharjo, Cangkringan, Sleman. Foto diambil Senin (9/11/2020). Kiriman: Nasrudin ACT DIY.

Menurut Tri Wiyono, dalam waktu dekat sekitar 300 ternak sapi juga turut diungsikan di dekat Balai Desa Glagaharjo. Sementara orang-orang dewasa, kondisi saat ini masih menempati rumah-rumah mereka untuk menjaga rumah, harga benda, serta merumput guna menghidupi hewan ternak mereka.

Saat ini bagi orang dewasa di sekitar lereng Merapi sudah dilatih untuk kondisi darurat, seperti siap tanggap ketika terdengar suara sirine darurat, mengetahui jalur dan tempat evakuasi yang aman. “Hal ini karena berkacamata dari letusan besar Gunung Merapi tahun 2010 silam, dimana korban jiwa cukup banyak karena tidak ada persiapan dan minimnya pengetahuan kebencanaan dari masyarakat sekitar lereng Merapi,” tambah Tri Wiyono.

Untuk menghilangkan kejenuhan dan mengisi kegiatan selama di pengungsian anak-anak bermain bulu tangkis. (Foto: Kiriman Narudin ACT DIY)

Pada kesempatan ini Tim dari Aksi Cepat Tanggap (ACT) DIY bersama PT Pertamina MOR IV, Jateng & DIY turut menyalurkan bantuan berupa paket pangan dan hygine kit untuk dapat mencukupi kebutuhan lansia dan anak-anak di pengungsian Glagahharjo, Sleman. Demikian rilis yang dikirim oleh Nasrudin ACT DIY. (nun/ ted)

spot_img
RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments