Monday, June 27, 2022
spot_imgspot_img
spot_img
HomeNewsAjisaka Film Animasi 3D Produksi MSV Studio, Bikin Heboh Media Hollywood

Ajisaka Film Animasi 3D Produksi MSV Studio, Bikin Heboh Media Hollywood

bernasnews.com — Film animasi 3 Dimensi yang saat ini sedang diproduksi oleh MSV Studio, Ajisaka: The King and the Flower of Life mendapat sorotan khusus oleh salah satu media hiburan terbesar di Amerika, Variety.com. Dalam tajuk yang ditulis oleh Patrick Frater yang berjudul ‘Ajisaka’ Marks Debut for $100 Million Animation Slate From Indonesia’s MSV Studio (EXCLUSIVE)”.

MSV Studio adalah divisi animasi dari MSK Picture, yang merupakan bagian dari Grup Amikom, yang berbasis di Indonesia. Sejak 2015, Amikom disebut sudah menginvestasikan sampai $ 20 juta untuk pengembangan teknologi animasi.

Film Ajisaka: The King and the Flower of Life menceritakan tentang kisah fiksi dari zaman kuno saat dunia dihuni oleh tiga ras yaitu, manusia, raksha (raksasa), dan vidya, yang setengah manusia, setengah malaikat.

Raksha memegang kekuasaan atas populasi manusia yang diperbudak dan raja raksha berharap untuk mencegah pemenuhan ramalan kuno yang meramalkan kebangkitan seorang pemimpin manusia biasa yang akan mengakhiri pemerintahannya dan menyatukan dunia dalam damai. Pemimpin itu, Ajisaka, telah muncul dan akan berusaha untuk mengakhiri pemerintahan brutal raja dengan bantuan seorang vidyan.

Film Ajisaka disutradarai oleh M Suyanto, Aryanto Yuniawan dan Marco Basalmo. Basalmo merupakan penulis The Brave, sedangkan Suyanto merupakan penulis film Battle of Surabaya. Produksi melibatkan pula Eksekutif California Pictures, Steven Istock. Film ini merupakan salah satu dari 3 project film animasi ambisius yang sedang dikerjakan oleh MSV Studio tahun ini. Dua project film lainnya adalah Land of Mercy dan Golden Snail.

Salah satu frame film animasi 3 Dimensi Film Ajisaka: The King and the Flower of Life. (Foto: Istimewa)

Land of Mercy diadaptasi dari novel terlaris dengan judul yang sama oleh penulis yang berbasis di China Fan Wen dan sedang diproduksi bekerja sama dengan Hwallywood Media and Arts di Singapura. Sedangkan film ‘Golden Snail‘ diangkat dari kisah lokal yang diadaptasi secara bebas dengan sentuhan gaya penceritaan hollywood. Film ini rencananya akan ditayangkan perdana secara eksklusif di jaringan bioskop terbesar di Indonesia, 21 Cineplex Group.

Prof Suyanto mengungkapkan rasa syukurnya, lagi-lagi film produksinya mampu melangkahkan kaki di kancah internasional. Apalagi, selain Variety, Hollywood Reporter sudah mengabarkan akan memuat berita Film Ajisaka.

“Saya tidak membayangkan itu, tapi itu mengajarkan kita tentang betapa penting suatu relasi karena semua itu sejarahnya saya bangun dari Cannes Film Festival,” kata Prof Suyanto, dalam rilisnya, Sabtu (21/5/2022).

Saat ini, lanjut Prof Suyanto, film animasi buatan sineas Indonesia ini dimuat pula di laporan harian Cannes Film Festival. Di stan-stan California Pictures, Ajisaka turut dipamerkan bersama film animasi peraih puluhan penghargaan global, salah satunya Battle of Surabaya.

Menurut Prof Suyanto, bahwa semua film diatas diangkat dari cerita lokal yang diinterpretasikan ulang dengan sentuhan gaya penceritaan hollywood serta dilakukan dalam dua pendekatan, yaitu dramatical journey dan psychological journey.

Perjalanan Prof Suyanto di Cannes Film Festival dilakukan bersama mendiang istri, Anisah Aini, yang pada 30 April 2022 lalu berpulang. Bahkan, Anisah merupakan orang yang terus mendorong untuk mengikuti festival-festival film internasional. “Karenanya, ini sekaligus hadiah untuk istri saya,” kata dia.

Selain 3 Film animasi tersebut, saat ini Universitas Amikom Yogyakarta juga sedang menggarap film layar lebar yang berjudul ‘Kinah dan Redjo’. Film ini terinspirasi dari kisah cinta masa muda juru kunci Gunung Merapi, Almarhum Mbah Maridjan dan istrinya Ponirah. (nun/ ted)

spot_img
RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments