Wednesday, May 18, 2022
spot_imgspot_img
spot_img
HomeNewsAjak Warga Yogyakarta Berkebun Hidroponik, Wawali: Potensi Pasar Sangat Bagus

Ajak Warga Yogyakarta Berkebun Hidroponik, Wawali: Potensi Pasar Sangat Bagus

BERNASNEWS.COM — Potensi pasar hasil budidaya hidroponik berupa tanaman sayur organik sangat bagus di Yogyakarta. Di toko atau supermarket banyak dijual sayur organik namun sebagian besar sayur tersebut bukanlah hasil dari kebun warga Kota Yogyakarta.

“Karena itu dengan pemanfaatan lahan kosong untuk  berkebun organik maka warga akan memperoleh penghasilan yang bagus,” ungkap Wakil Walikota Yogyakarta Drs. Heroe Poerwadi, saat melakukan panen sayur organik di Kaidrop kebun hidroponik dan budidaya ikan lele, di Kampung Mantrijeron, Yogyakarta.

Seperti dikutip dari Portal Pemberitaan Pemerintah Kota Yogyakarta, Sabtu (5/6/2021). kegiatan Wawali sembari gowes keliling kampung bersama OPD tersebut dalam rangka untuk  melihat potensi kampung dan mempromosikan melalui program Dodolan Kampung. Program Pemkot Yogyakarta, selain Gandeng Gendong yang dicanangkan terlebih dahulu.

“Pilihan pemuda kampung Mantrijeron untuk berkebun hidroponik adalah pilihan yang tepat. Kembangkan terus budidaya sayur organik dengan pemanfaatan lahan kosong di kampung Mantrijeron yang masih terbentang luas dan ajak lebih banyak anak muda untuk berkebun,” ucap Heroe Poerwadi.

Sementara pengelelola Kebun Hidroponik Kaidrop Nurul Annisa menerangkan, bahwa kegiatan budidaya kebun organik ini dilakukan oleh anak muda Kampung Mantrijeron yang awalnya hanya untuk mengisi waktu luang saat pandemi Covid-19. “Namun dalam perkembangannya ternyata usaha berkebun hidroponik yang menghasilkan sayur organik ini menjadi usaha yang menguntungkan,” ujarnya, Jumat (4/6/2021).

Dikatakan Nurul, budidaya hidroponik ini dimulai pada bulan Maret tahun 2020 dengan memanfaatkan lahan kosong milik Heru Budi Setiawan, warga setempat dengan luas lahan berkisar 8 meter x 16 meter. Hingga kini Kaidrop telah panen sebanyak 8 kali dengan jenis sayur antara lain, kangkung, selada, sawi sendok dan bayam.

Saat ini telah dilakukan panen setiap minggu dengan jumlah berkisar antara 100 –180 pak yang hasilnya langsung dijual ke masyarakat. “Hasil dari setiap penjualan dari setiap kali panen berkisar Rp 1.000.000, yang digunakan untuk pengembangan modal dan biaya jasa sumber daya,” pungkas Nurul Annisa. (ted)

spot_img
RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments