Home News Adrem Penganan Bentuknya Unik dan Yummy Khasnya Bantul, Di Sini Kampung Pembuatnya

Adrem Penganan Bentuknya Unik dan Yummy Khasnya Bantul, Di Sini Kampung Pembuatnya

218
0
Rumah produksi adrem penganan khas Kabupaten Bantul, di Kampung Adrem "Mawar Merah", Piring II, Murtigading, Sanden, Bantul, DIY. (Tedy Kartyadi/ Bernasnews.com)

BERNASNEWS.COM — Kabupaten Bantul selain mempunyai geplak sebagai kuliner khasnya yang telah terkenal sejak dulu, hingga tak ayal Bantul sering juga disebut sebagai kota geplak. Kini ada lagi satu kuliner khas Bantul yang sedang merambat naik daun, yaitu adrem.

Adrem merupakan kue yang berbahan dasar dari tepung beras ini sebenarnya juga termasuk penganan jaman dulu. Karena bentuknya yang unik dan namanya sering diplesetkan menjadi “tholpit” yang berkesan saru, membuat nama adrem sendiri kalah pamor dengan nama itu.

Jalan masuk menuju Kampung Adrem “Mawar Merah”, Piring II Murtigading, Sanden, Kabupaten Bantul, DIY. (Tedy Kartyadi/ Bernasnews.com)

Dahulu untuk mencari makanan adrem kita harus berburu di beberapa pasar tradisional yang ada di Kabupaten Bantul, itu pun harus pagi dan hanya di pasar-pasar tertentu. Kekinian untuk mencarinya cukup mudah bisa datang langsung pada pengrajin atau pembuat adrem, di Kampung Adrem, Dusun Piring II Murtigading, Kapanewon Sanden, Kabupaten Bantul, DIY.

“Kampung Adrem ini berawal sejak bulan Juli 2015, waktu itu ada program desa untuk membuat dusun unggulan. Dan kebetulan di dusun kami tumbuh beberapa UKM Adrem,” ungkap Satini (43 tahun) selaku pemilik rumah produksi Adrem Gula Jawa dengan merek Mbak Tini, Senin (14/6/2021).

Seorang karyawan rumah produksi adrem di Kampung Adrem, Bantul sedang mengemas adrem berdasar pesanan. (Tedy Kartyadi/ Bernasnews.com)

Dikatakan, bahwa ia bersama enam warga lainnya memang benar-benar merintis membuat adrem dari titik nol. Paguyuban warga pemilik rumah produksi adrem dinamai Mawar Merah yang juga sebagai nama Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejatera (UPPKS) di dusun tersebut.

“Nama Mawar Merah diambil dari nama Posyandu di dusun kamim, dengan harapan bisa UPPKS dapat tumbuh menjadi besar. Ibarat seorang balita yang tumbuh menjadi besar, menjadi anak-anak hingga tumbuh menjadi dewasa,” ujar ibu berputra tiga itu.

Salah satu rumah produksi adrem dimana pembeli harus sabar untuk mengantre, Minggu (13/6/2021), di Kampung Adrem, Piring II Murtigading, Sanden, Bantul. (Tedy Kartyadi/ Bernasnews.com)

Dalam mengelola rumah produksi adrem, Satini dibantu oleh sang suami dan 7 warga dusun sebagai tenaga penggoreng adrem. Pada hari-hari biasa menghabiskan 40-50 kilogram tepung beras, setiap kilogramnya bisa menjadi berkisar 60 biji adrem.

Varian rasa adrem yang diproduksi oleh Kelompok UPPKS Mawar Merah ini bermacam-macam seperti halnya varian rasa bakpia kekinian, hanya adrem merek Mbak Tini tetap memegang cita rasa original gula Jawa sebagai keunggulannya. Untuk menuju Kampung Adrem cukup mudah, dari Kota Bantul ke selatan arah jalan Pantai Samas lebih kurang 10 kilometer, sampai pertigaan Pasar Celeb ke barat. (ted)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here