Home Pendidikan Ada 1001 Macam Alasan Orang Memilih Kuliah di Luar Negeri

Ada 1001 Macam Alasan Orang Memilih Kuliah di Luar Negeri

229
0
Winda Nur Cahyo dalam acara sharing session Mahasiswa Fast Track dan Double Degree MTI UII dan NTUST Taiwan secara virtual/daring dari Kampus FTI UII, Sabtu 8 Mei 2021. Foto : Jerri Irgo

BERNASNEWS.COM – Saat ini semakin banyak orang Indonesia yang memilih sekolah atau kuliah di luar negeri dengan 1001 macam alasan. Di antaranya karena membuat seseorang lebih percaya diri setelah lulus dari sekolah atau perguruan tinggi di luar negeri.

Selain meningkatkan kepercayaan diri, belajar di luar negeri karena mendapatkan lingkungan akademik yang mendukung, potensi networking yang beragam dari berbagai negara, meningkatkan kemandirian, memahami keragaman budaya dan toleransi serta meningkatkan posisi tawar dalam mencari pekerjaan.

Meski demikian, tidak berarti kualitas dosen atau perguruant tinggi di Indonesia lebih rendah dari perguruan tinggi di luar negeri. Sebab, banyak dosen maupun perguruan tinggi di Indonesia yang juga berkualitas seperti ITB, UI, UGM dan lain-lain, hanya saja bisa jadi suasana akademik lebih kental dari perguruan tinggi luar negeri.

Hal itu diungkapkan Ir Winda Nur Cahyo ST MT PhD IPM, Ketua Program Studi Teknik Industri, Program Magister Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Islam Indonesia (UII), dalam acara sharing session Mahasiswa Fast Track dan Double Degree MTI UII dan NTUST Taiwan secara virtual/daring dari Kampus FTI UII, Sabtu 8 Mei 2021.

Anindya Agripina Hadyanawati salah satu dari mahasiswa peserta Fast Track dan Double Degree MTI UII dan NTUST Taiwan. Foto : Philipus Jehamun/Bernasnews.com

Pada kesempatan itu tampil 4 mahasiswa peserta Fast Track dan Double Degree MTI UII dan NTUST Taiwan yang menceriterakan pengalaman mereka selama belajar di luar negeri. Keempat mahasiswa tersebut adalah Zakka Ugih Rizqi, Anindya Agripina Hadyanawati, Muhammad Naufal Alfareza dan Palmy Rawinda Meliala.

Winda Nur Cahyo yang meraih Doktor/ PhD Teknik Mesin dari University of Wollongong, Australia tahun 2016 mengatakan, tantangan kuliah di luar negeri lebih tinggi sehingga bila bisa selesai kuliah di luar negeri berarti kita bisa mengatasi tantangan yang dihadapi.

“Kalau selesai artinya satu tantangan besar sudah bisa dilewati dan meningkatkan kepercayaan diri atau pesonal resilience,” kata Winda Nur Cahyo.

Menurut Winda Nur Cahyo, lulus dari sekolah/pendidikan tinggi luar negeri dapat meningkatkan posisi tawar karena kemampuan bahasa menjadi kunci pergaulan dan transaksi bisnis global. “Banyak perusahaan masih melihat asal perguran tinggi sebagai faktor pembeda,” kata Winda.

Sementra sejumlah masalah yang membuat orang Indonesia tidak percaya diri untuk kuliah di lur negeri, antara lain susah cari beasiswa, belum percaya diri dalam hal bahasa Inggris, juh dari kelurga besar, tidak kenal negra tujuan, khawatir gagal dan sebagainya. Namun semua hambatan tersebut bisa diatasi bila ada niat dan tekad yang kuat.

Zakka Ugih Rizqi, salah satu mahasiswa peserta Fast Track dan Double Degree MTI UII dan NTUST Taiwan mengku suasana akademik di pergurun tinggi di Taiwan menyenangkan. Ia memberi contoh hubungan mahasiswa dengan profesor/guru besar sangat dekat dan akrab.

“Mahasiswa bisa chat dengan profesor kapan saja dan pasti dibalasa/direspon. Kalau di sini tunggu jam kerja,” kta Zakka Ugih sambil tersenyum.

Ia mengatakan bahwa kuliah di luar negeri dengan beragam budaya membuat kita lebih terbuka dan mengenal budaya lain. (lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here