Home News ACT Bentuk Corona Crisis Center Untuk Tanggulangi Persebaran Virus Covid-19

ACT Bentuk Corona Crisis Center Untuk Tanggulangi Persebaran Virus Covid-19

365
0
ACT saat membentuk Corona Crisis Center sebagai bentuk kepedulian maraknya penyebaran virus corona di Indonesia. (Foto: Istimewa)

BERNASNEWS.COM – Sebanyak 137 kasus Virus Corona terdeteksi di Indonesia hingga Selasa (17/3/2020), 8 orang di antaranya pulih dan 5 orang meninggal dunia. Dengan kondisi yang ada, Aksi Cepat Tanggap (ACT) sebagai lembaga kemanusiaan menanggapi hal ini dengan program mitigasi dan distribusi bantuan serta menyiapkan Corona Crisis Center untuk beberapa waktu ke depan.

Ahyudin, Ketua Dewan Pembina ACT, menyatakan ACT akan mengambil peran berupa program edukasi dan aksi nyata. Pertama, ACT akan terus menggerakkan ratusan ribu relawan medis untuk memberikan edukasi terkait virus corona ke seluruh elemen bangsa seluas-luasnya. ACT memberikan tindakan preventif yaitu melakukan roadshow di berbagai daerah untuk pelayanan dan penyuluhan kesehatan. Kedua, ACT mengajak masyarakat untuk terus mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa. Ketiga, ACT mengimbau untuk memperbanyak bersedekah sebagai cara untuk menolak bala. Keempat, untuk mengantisipasi krisis ekonomi, khususnya untuk masyarakat bawah, ACT berencana untuk menurunkan logistik berupa bantuan pangan.

“ACT akan menyiapkan 1.000 ton logistik pangan dan membagikannya ke berbagai daerah yang terdampak. Bantuan ini sebagai ikhtiar kami untuk terus membersamai masyarakat. Bantuan ini hadir dari program Lumbung Pangan Wakaf, Lumbung Beras Wakaf, dan Lumbung Air Wakaf yang kami miliki,” ujar Ahyudin, Selasa (17/3/2020).

ACT saat membentuk Corona Crisis Center sebagai bentuk kepedulian maraknya penyebaran virus corona di Indonesia. (Foto: Istimewa)

Di sisi lain, kehadiran Covid-19 juga berimbas pada keseimbangan roda perekonomian. Dampak Covid-19 ini telah memperlambat ekonomi dunia secara masif dan signifikan, termasuk terhadap perekonomian Indonesia. Tidak terhitung jumlah bisnis yang terpaksa merumahkan karyawan yang menjadi tulang punggung keluarga.

Laporan dari negara-negara terpapar Covid-19 membuktikan bahwa dalam kondisi wabah dan gawat darurat, orang dengan status ekonomi prasejahtera berada dalam posisi paling rentan. Mereka harus berkutat dengan problematika sehari-hari selagi menghadapi stigma dan kondisi kerja yang kian tak pasti.

“Alhamdulillah, kami hari ini meluncurkan ACT Corona Crisis Center. Ada poin penting yang perlu kita perhatikan, yaitu poin spiritual,” ungkap Ibnu Khajar, Presiden ACT.

Disampaikan bahwa masyarakat memang perlu mewaspadai virus corona, namun jangan sampai masyarakat panik dalam menghadapinya. ACT juga mengimbau masyarakat untuk meminimalisir berpergian dalam waktu dekat ini.

“Kita perlu waspada, tetapi jangan panik. Ketahui gejalanya, ketahui cara penyebarannya, dan ketahui cara pengobatannya,” ujar Dr. Riedha Muhammad Bambang, Koordinator ACT Corona Crisis Center.

Saat ini, virus Corona yang muncul dari Kota Wuhan sudah menjangkit dan menyebar ke 158 negara dengan jumlah kasus sebanyak 169.552 kasus dan 6.516 jiwa dinyatakan meninggal. Sebagai respons masyarakat terhadap isu Covid-19, banyak pihak tidak bertanggung jawab yang memanfaatkan momentum ini dengan menimbun masker, hand sanitizer, dan beberapa bahan pokok makanan hingga harganya menjulang. Saudara sebangsa yang membutuhkan menjadi kesulitan mendapatkan barang-barang tersebut terutama masyarakat ekonomi bawah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here