95,4 Persen Warga Setuju Lagu Kebangsaan Indonesia Raya Terus Diperdengarkan

    199
    0
    Hasil survei For You Indonesi. Sumber : Widihasto Wasana Putra

    BERNASNEWS.COM – Rasa nasionalisme dan cinta Tanah Air warga masih tinggi. Dan kecintaan itu muncul saat mendengar lagu-lagu perjuangan, termasuk lagu kebangsaan Indonesia Raya.

    Sehingga sebagian besar atau sebanyak 95,4 persen responden setuju bila lagu kebangsaan Indonesia Raya diperdengarkan secara kontinyu di ruang-ruang publik seperti lembaga pendidikan, perkantoran pemerintah dan swasta, pusat perbelanjaan, obyek wisata dan sebagainya. Sementara itu, hanya 4 persen yang menjawab tidak setuju dan sisanya tidak tahu.

    Mereka juga bersedia berdiri saat lagu-lagu perjuangan tersebut diperdengarkan, sementara sisanya terbagi antara tidak setuju dan tidak tahu.

    Ketua Departemen Politik dan Advokasi Masyarakat (Denpom) For You Indonesia Widihasto Wasana Putra kepada Bernasnews.com pada Kamis 6 Mei 2021, mengatakan, survey dilakukan secara acak kepada masyarakat umum selama 3 hari pada 2-4 Mei 2021 dengan jumlah 591 responden. Para responden terdiri dari 39,8 persen wanita dan 60 persen wanita dengan tingkat usia kurang dari 25 tahun 8 persen, usia 25-50 tahun 46,7 persen dan usia 50 tahun ke atas sebanyak 45,3 persen.

    Dari sejumlah responden tersebut, menurut Hasto, sebanyak 95,4 persen responden setuju bila lagu kebangsaan Indonesia Raya diperdengarkan secara kontinu di ruang-ruang publik seperti lembaga pendidikan, perkantoran pemerintah dan swasta, pusat perbelanjaan, obyek wisata dan sebagainya. Sementara hanya 4 persen yang menjawab tidak setuju dan sisanya tidak tahu.

    Hasil survei For You Indonesi. Sumber : Widihasto Wasana Putra

    Menurut Hasto, sesuai peraturan perundangan saat lagu kebangsaan diperdengarkan orang yang berada di tempat tersebut wajib berdiri dalam sikap hormat. Menanggapi hal ini sebanyak 95,4 persen responden menyatakan bersedia berdiri saat lagu diperdengarkan. Sisanya terbagi antara tidak setuju dan tidak tahu.

    Saat menjawab pertanyaan kapan waktu lagu Indonesia Raya sebaiknya diperdengarkan, sebanyak 61,8 persen menjawab setuju lagu diperdengarkan setiap hari. Kemudian 26,1 persen memilih setiap hari Senin saja dan 11,5 persen menjawab diperdengarkan hanya saat hari-hari besar Nasional dan 0,6 persen mengatakan tidak tahu.

    Selain pemutaran lagu kebangsaan, sebanyak 92,7 persen juga menyetujui pemutaran lagu-lagu perjuangan atau nasional. Sisanya menjawab tidak setuju dan tidak tahu. Untuk pemutaran lagu perjuangan 55 persen responden setuju diperdengarkan setiap hari, kemudian 25,7 persen setuju diputar pada hari Senin, dan 17,4 persen hanya saat hari-hari besar Nasional.

    Selain survey For You Indonesia juga melakukan observasi langsung ke Pasar Beringharjo dengan mewawancarai sedikitnya 60 orang pedagang dan pengunjung. Hasilnya mayoritas mendukung pemutaran lagu Indonesia Raya dan bersedia berdiri dan bersikap hormat saat lagu dikumandangkan.

    Menurut Widihasto Wasana Putra, survey dan observasi dilakukan untuk membantu menambah gambaran sejauh mana masyarakat menanggapi ajakan gerakan Indonesia Raya Bergema. Gerakan ini dimunculkan sebagai bentuk kampanye berkelanjutan menggelorakan Nasionalisme rakyat.

    Diterangkan bahwa hasil survey dan observasi memperlihatkan kecenderungan sebagian besar masyarakat mendukung Lagu Kebangsaan diperdengarkan kontinyu setiap hari sekali di tempat-tempat publik. Meski demikian hasil survey bukanlah pedoman baku dan tetap perlu diuji di lapangan, khususnya di tempat-tempat dengan kompleksitas tinggi seperti di pusat perbelanjaan.

    Diakui bahwa kesuksesan gerakan ini membutuhkan niat dan tekad kuat dari semua lapisan masyarakat untuk menjalankannya. Oleh sebab itu For You Indonesia mendorong komponen bangsa mengambil peran dan inisiatif untuk membudayakan pemutaran lagu kebangsaan di ruang-ruang publik dan atau lingkup masing-masing.

    Pemutaran lagu setiap hari mungkin dianggap utopis. Sebab selama ini pengumandangan lagu hanya sebatas saat upacara bendera di lingkup sekolah dan atau perayaan hari kemerdekaan. Tapi jika ditradisikan maka akan terbangun sebuah kebiasaan yang khas dan berkharakter. Tidak banyak negara mampu melakukan. Salah satu yang sukses mentradisikan pemutaran lagu kebangsaan adalah Thailand. Di sana lagu kebangsaan diperdengarkan setiap jam 8 pagi dan jam 5 sore.

    Dijelaskan bahwa gerakan mengumandangkan Lagu Kebangsaan secara kontinyu di tempat umum tidak melanggar ketentuan perundangan. Pasal 59 Ayat 2 point a UU Nomor 24 tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan dikatakan bahwa Lagu Kebangsaan dapat diperdengarkan dan/atau dinyanyikan sebagai pernyataan rasa kebangsaan. Definisi pernyataan rasa kebangaaan tentunya dapat diterjemahkan meluas.

    Selanjutnya di Pasal 62 menyebutkan setiap orang yang hadir pada saat Lagu Kebangsaan diperdengarkan dan/atau dinyanyikan, wajib berdiri tegak dengan sikap hormat.

    Selebihnya diungkapkan For You Indonesia membuka partisipasi kelompok-kelompok masyarakat yang ingin terlibat dalam gerakan Indonesia Raya Bergema pada 20 Mei 2021 yang akan dicanangkan Sri Sultan Hamengku Buwono X dari Bangsal Kepatihan Yogyakarta.

    Dipersilahkan yang ingin mengikutsertakan tempat atau lembaganya sebagai bagian dari live streaming zoom pencanangan gerakan Indonesia Raya Bergema. Syaratnya memiliki perangkat audio visual memadai dan terkoneksi internet.

    Terpisah budawayan Achmad Charris Zubair menceritakan tradisi mengumandangkan Lagu Kebangsaan sudah dilakukan perguruan Taman Muda Taman Siswa Yogyakarta. Setiap hari, sekitar pukul 07.00 di kompleks tempat pawiyatan itu selalu diperdengarkan melalui pengeras suara lagu kebangsaan Indonesia Raya. Itu ketika sekolah masih tatap muka sebelum pandemi melanda.

    “Semua anak, pamong dan para pengantar berdiri diam dan mendengarkan lagu kebangsaan itu. Saya rasa hal itu adalah salah satu bentuk penanaman karakter kebangsaan ditumbuhkan oleh Perguruan Taman Siswa terhadap anak didiknya. Sebab Indonesia Raya adalah harga diri dan jatidiri bangsa,” ujar Hasto.

    Ia berhrap gerakan Indonesia Raya Bergema yang akan dicanangkan 20 Mei 2021 bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional akan lebih mampu membangkitkan kesadaran berbangsa dan bernegara. (lip)

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here