Sunday, August 14, 2022
spot_imgspot_imgspot_img
spot_img
HomeNews8 Kalurahan di Sleman Deklarasi Pencanangan Desa Bersih Narkoba

8 Kalurahan di Sleman Deklarasi Pencanangan Desa Bersih Narkoba

BERNASNEWS.COM — Sebanyak 8 Kalurahan di Kabupaten Sleman mendeklarasikan Pencanangan Desa Bersih Narkoba (Bersinar) dan Kampung Tangguh Anti Narkoba, Kamis (16/12/2021), di Pendopo Parasamya, Sleman. Pencanangan dilakukan dengan pembacaan deklarasi dan penandatanganan komitmen yang dilakukan oleh Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo, para pejabat, dan seluruh tamu yang hadir.

Bupati Sleman Kustini menyambut baik dengan dipilihnya 8 Kalurahan di Kabupaten Sleman ini sebagai Desa Bersinar dan Kampung Tangguh Anti Narkoba. Pihaknya berterima kasih kepada Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Kepolisian Republik Indonesia beserta jajarannya yang telah mendukung upaya pemerintah dalam memutus rantai peredaran narkoba dan penyalah gunaan narkoba diwilayah Kabupaten Sleman.

“Harapannya dapat lebih banyak melibatkan masyarakat dalam mencegah penyakit masyarakat tentang peredaran dan penyalah gunaan narkoba, bahkan hingga ke tingkat RT/ RW. Dengan begitu maka akan bisa terwujud masyarakat yang tangguh,” ungkap Kustini.

Penandatangan komitmen atau deklarasi Desa Bersih Narkoba dan Kampung Tangguh Anti Narkoba. (Foto: Istimewa)

Sementara itu, Kepala BNNP DIY Brigjen Pol. Andi Fairan SIK, MSM menilai desa-desa yang berada di wilayah penyangga kota atau perbatasan provinsi, seperti di kabupaten Sleman ini, bisa menjadi jalur yang sangat rawan akan peredaran gelap narkoba. Sehingga menjadikan desa sebagai potensi bisnis baru bagi para bandar narkoba.

“Hal ini juga dipengaruhi oleh perekonomian masyarakat desa yang kian meningkat,” ujar Brigjen Pol. Andi.

Lebih lanjut Brigjen Pol. Andi, menerangkan bahwa menurut survei LIPI dan pusat penelitian, data dan informasi BNN RI pada tahun 2019 jumlah prevalensi atau yang pernah memakai narkoba di provinsi DIY menyentuh angka 2,30 persen atau setara dengan 18.082 orang, dengan asumsi penduduk DIY di tahun 2019 sejumlah 3.842.932. Sehingga menempatkan DIY berada posisi kelima terbesar di indonesia setelah Sumatera Utara, Sumatera Selatan, DKI Jakarta, dan Sulawesi Tengah.

“Dengan data tersebut apabila semua masyarakat dan pemerintah daerah/ pemerintah desa ikut bergerak dan terlibat dalam melakukan upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika, diyakini akan mampu menurunkan angka prevalensi dan mewujudkan Indonesia yang bersih dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba,” sambung Brigjen Pol Andi.

Program Desa Bersinar merupakan program prioritas nasional yang memberikan kewenangan kepada desa untuk membuat kebijakan dengan mengarusutamakan program pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika dan prekursor narkotika  atau dikenal dengan P4GN. Desa Bersinar akan menjadi pilot project dalam rangka upaya P4GN.

“Nantinya semua komponen masyarakat dan pemerintah desa diharapkan ikut bergerak dan terlibat dalam melakukan upaya pencegahan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika,” tegas Brigjen Pol Andi. (nun/ ted)

spot_img
RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments