Tuesday, May 24, 2022
spot_imgspot_img
spot_img
HomeNews7 Remaja di Bantul Diamankan saat Sedang Membuat Mercon

7 Remaja di Bantul Diamankan saat Sedang Membuat Mercon

bernasnews.com – Sebanyak 7 orang remaja perhasil diamankan petugas tim gabungan Polres Bantul dan Polsek Bantul. Ketujuh remaja tersebut kedapatan sedang membuat mercon di Dusun Karasan, Palbapang, Bantul, Minggu (24/4/2022) sekitar pukul 02.00 WIB.

Kapolres Bantul, AKBP Ihsan dalam keterangannya menyebut 7 remaja tersebut masing-masing berinisial NH (13), DKP (12), HD (14), ON (12), ELS (16), RM (15) dan RAD (14). Ketujuh remaja tersebut disebutnya masih berstatus pelajar.

Penangkapan 7 remaja di Bantul yang kedapatan membuat mercon ini bermula ketika petugas melalukan patroli Kamtibmas di wilayah Palbapang Bantul. Petugas yang mendapat informasi ada kegiatan mencurigakan di atas jam 01.00 WIB dini hari yang dilakukan oleh para remaja di sebuah rumah di Dusun Karasan.

Dalam penggrebekan tersebut Polisi mengamankan 7 orang remaja yang tengah membuat selongsong ratusan mercon dengan berbagai ukuran. Rencananya mercon yang dibuat tersebut akan diledakkan pada malam lebaran.

Kepada petugas, ketujuh remaja yang diamankan tersebut mengaku membeli bahan untuk membuat bubuk petasan secara online.

“Berdasarkan pengakuan mereka, bahan-bahan untuk membuat bubuk petasan dibeli secara online,” kata AKBP Ihsan pada Minggu (24/4/2022).

“Dari ketujuh orang remaja ini kita kembangkan dan berhasil menangkap M,” papar dia.

M (16) warga Gumuk Ringinharjo asal sekolah MTSN Muhammadiyah Pepe Trirenggo Bantul. M bertugas membeli berbagai bahan bubuk mercon mulai dari serbuk belerang, serbuk aluminium, serbuk potasium.

Adapun bahan-bahan mercon yang disita remaja ini memang jumlahnya cukup besar, nyaris 4 kilogram. Ihsan khawatir jika ini meledak akan sangat membahayakan.

“Kami tidak ingin kecolongan kayak di Sleman. Nanti kalau meledak kan bahaya sekali dampaknya,” ujar dia.

Sementara itu, terkait proses hukum terhadap anak-anak tersebut akan dikenai Undang-Undang Darurat RI dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.

“Mereka berpotensi menjadi tersangka. Kalau sajam dan bahan peledak ini tidak ada diversi, kasus tetap dilanjutkan. Saat ini masih berproses dan mereka kami tahan tetapi kami titipkan ke Bapas dan bukan di Polres atau Polsek,” tandasnya.

spot_img
RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments