Home News 5 Langkah Ini untuk Kendalikan Covid-19 pada Libur Natal dan Tahun Baru

5 Langkah Ini untuk Kendalikan Covid-19 pada Libur Natal dan Tahun Baru

78
0
Prof Wiku Adisasmito, Juru Bicara Satgas Covid-19. Foto: covid19.go.id

BERNASNEWS.COM – Belajar dari pengalaman musim liburan sebelumnya, pemerintah melalui Satgas Penanganan Covid-19 sejak dini mengingatkan sekaligus mencegah lonjakan kasus pada libur Natal 2021 dan Tahun Baru 2022. Dengan langkah antisipasi yang cermat dan tepat diharapkan liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru) tidak akan menyebabkan terjadinya lonjakan kasus Covid-19.

Menurut Prof. Wiku Adisasmito, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, ada 5 langkah yang harus ditegakkan secara disiplin dan ketat untuk mengendalikan dan mencegah lonjakan pada liburan Nataru, yakni:

Pertama, menjalankan protokol kesehatan 3M (memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak) secara komprehensif dan konsisten. Artinya, tidak terpisah-pisah dalam memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan. “Ketiganya harus terintegrasi, mengingat satu dan upaya lainnya saling mengisi celah penularan Covid-19. Selain itu, protokol kesehatan harus diterapkan dimana pun dan kapan pun selama rangkaian kegiatan dan perjalanan,” kata Wiku Adisasmito dikutip Bernasnews.com dari laman covid19.go.id pada Kamis, 11 November 2021.

Kedua, menurut Wiku, segera menyelesaikan vaksinasi Covid-19 sebagai tanggungjawab dalam melindungi masyarakat yang rentan. Dengan segera divaksin orang-orang yang tidak bisa divaksin, misalnya, anak kurang dari 12 tahun ataupun orang dengan komplikasi kesehatan tertentu, agar dapat terlindungi karena menjamin lingkaran interaksi mereka dengan orang yang peluang tertularnya lebih rendah.

Ketiga, inisiatif melakukan testing atau pengobatan Covid-19. Jika merasakan gejala mirip Covid-19 harap masyarakat segera melakukan testing Covid-19 di fasilitas kesehatan terdekat. Hal ini untuk mencegah penularan, dengan terdeteksi lebih cepat dan meningkatkan angka kesembuhan karena ditindaklanjuti lebih cepat pula.

Keempat, menganalisis risiko penularan sebelum berkegiatan. Perlu memperhatikan sirkulasi udara dan durasi kegiatan dimana masyarakat dihimbau memilih kegiatan di luar ruang dengan durasi yang lebih singkat. Masyarakat juga perlu mempertimbangkan urgensi untuk bepergian khususnya bagi mereka yang sedang merasa tidak dalam keadaan fit. 

“Khusus bagi orang yang merasakan gejala maupun kontak erat kasus Covid-19 untuk tidak melakukan aktivitas luar ruang dan aktivitas perjalanan, demi keamanan diri sendiri dan orang lain di sekitar kita,” kata Wiku Adisasmito.

Kelima, mengikuti perkembangan kebijakan yang berlaku dan mematuhinya. “Dalam masa pandemi, masyarakat diminta adaptif dengan penerapan gas rem yang ada melalui upaya terus mengikuti perkembangan kasus maupun kebijakan yang ada. Untuk itu dibutuhkan kedisiplinan yang tinggi agar kebijakan dapat memberikan dampak yang signifikan dalam pengendalian Covid-19,” kata Wiku.

Menurut Wiku, langkah tersebut sangat penting dipatuhi agar masyarakat dapat mendukung pencegahan penularan Covid-19 pada periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Dengan melakukan persiapan yang cermat maka masyarakat dapat menikmati liburan yang produktif dan terkendali.

Wiku mengaku, saat ini kondisi kasus di Indonesia semakin terkendali baik di wilayah pulau Jawa-Bali maupun non Jawa-Bali. Data per 8 November 2022, tersisa 0,23 persen orang yang positif Covid-19 secara nasional, angka kematian harian sebesar 3,38 persen dan angka kesembuhan sebesar 96,93 persen.

“Mari kita bijak menghargai pencapaian dengan tetap mempertahankan perkembangan kasus yang baik ini, bukan malah sebaliknya bersikap lengah an lalai, sebagaimana yang juga disarankan oleh Kementerian/ lembaga dan juga oleh DPR,” kata Wiku dalam Keterangan Pers Perkembangan Penanganan Covid-19 di kanal YouTube Sekretariat Presiden.

Wiku Adisasmito mengajak semua pihak untuk menjadikan momen libur panjang sebagai tantangan kolektif, tantangan Indonesia untuk segera terbebas dari pandemi Covid-19. “Melalui segala persiapan dan kerja keras untuk menerapkannya, maka kita bersama dapat mencegah lonjakan kasus atau gelombang kasus baru lainnya,” kata Wiku. (lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here