Home News 439 Peserta Ikuti Perkemahan Mahargyo Hari Pentakosta ke-38

439 Peserta Ikuti Perkemahan Mahargyo Hari Pentakosta ke-38

607
0
Siswa/siswi SD dan SMP Bopkri Wonosari membawakan tari kolasal pada pembukaan Perkemahan Mahargyo Hari Pentakosta (Mahakosta) ke-38 di Tahura, Gading, Playen, Gunungkidul, Kamis (25/7/2019). Foto : Agung Budi Putranto

BERNASNEWS.COM – Sebanyak 439 peserta mengikuti Perkemahan Mahargyo Hari Pentakosta (Mahakosta) ke-38 selama 3 hari mulai Kamis (25/7/2019) hingga Sabtu (27/7/2019) di Tahura, Gading, Playen, Gunungkidul. Pada tahun 2019 ini, Mahakosta diikuti sekolah-sekolah Kristen di bawah naungan Yayasan Bopkri dan Budaya Wacana Yogyakarta.

Para peserta berasal dari 13 sekolah tingkat Penggalang SD dengan 211 peserta, 6 sekolah Penggalang SMP dengan 108 peserta, 8 sekolah Penegak SMA/SMK dengan jumlah 120 peserta. Mereka didampingi 40 Sangga Kerja dan 40 panitia dari Pembina.

Ketua III Mahakosta ke-38 Agung Budi Putranto yang dihubungi Bernasnews.com, Kamis (25/7/2019), mengatakan, pada hari pertama perkemahan antara lain diisi dengan materi tentang Reaksi Penanggulangan Bencana oleh Tagana Dinas Sosial Kabupaten Gunungkidul dan praktek penanganan kebakaran yang dilakukan oleh satuan karya Pramuka Bhayangkara Polresta Yogyakarta. Pada kesempatan itu juga hadir tamu dari negara Makedonia yang sedang berkunjung ke Kwarda DIY dengan ikut mencoba praktek pemadaman kebakaran.

Siswi SMK Bopkri Wates, Kulonprogo membawakan tarian tradisional Angguk pada pembukaan Mahakosta ke-38 di Tahura, Gading, Playen, Gunungkidul, Kamis (25/7/2019). Foto : Agung Budi Putranto

Menurut Agung Budi Putranto, upacara pembukaan dimeriahkan dengan tari kolosal Unduh-unduh yang dibawakan oleh SD Bopkri Wonosari dan SMP Bopkri Wonosari, dilanjutkan dengan tarian tradisional Angguk yang dibawakan SMK Bopkri Wates, Kulon Progo.

Pada malam hari pertama perkemahan diadakan api unggun Pentakosta dan pentas seni dari perwakilan sekolah di Sleman, Bantul, Kota Yogyakarta, Gunungkidul dan Kulon Progo. Kegiatan hari pertama ditutup dengan renungan yang disampaikan Pdt Kristiono Riyadi dari GKJ Kemadang Gunungkidul.

Sementara pada hari kedua perkemahan yang mengusung tema Become a New Man (menjadi manusia baru) ini, beberapa kegiatan dilakukan di setiap golongan/ kelompok. Di antaranya ada wide game dan jelajah, lomba memasak, hasta karya dari plastik dan barang bekas, pengecetan dan bazar murah yang dilaksanakan di Gading, Gunungkidul.

Tamu dari negara Makedonia yang sedang berkunjung ke Kwarda DIY hadir pada pembukaan Mahakosta ke-38 di Tahura, Gading, Playen, Gunungkidul, Kamis (25/7/2019). Foto : Agung Budi Putranto

“Dengan kegiatan yang diadakan diharapkan semua peserta didik bisa bersosialisasi, saling mengenal, berbagi dan bekerja sama serta menjalin persahabatan antarsesama Pramuka, khususnya sesama Pramuka BOPKRI se-DIY dan Budya Wacana,” harap Agung Budi Putranto.

Ketua Yayasan Bopkri Drs Purnawan Hardiyanto M.Ec.Dev dalam sambutan pada pembukaan perkemahan menguraikan makna tema perkemahan Become a New Man yakni membuat para peserta menjadi manusia baru. “Tema perkemahan Become a New Man memiliki makna bahwa semua yang terlibat dalam perkemahan menjadi manusia baru kembali,” kata Purnawan dalam upacara pembukaan dengan Pembina Upacara Waka Kwarda DIY Sri Budoyo mewakili KaKwarda DIY GKR Mangkubumi yang berhalangan hadir karena sedang berada di luar negeri. (lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here