Home News 250 Warga Binaan Lapas Sleman Mendapatkan Remisi

250 Warga Binaan Lapas Sleman Mendapatkan Remisi

150
0
Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo secara simbolis menyerahkan tanda remisi kepada sejumlah perwakilan warga binaan, Selasa (17/8/2021), di Aula Lantai III Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman, DIY. (Foto: Kiriman Humas Sleman)

BERNASNEWS.COM — Sebanyak 250 warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Yogyakarta dan 156 warga binaan Lapas Kelas IIB Sleman mendapatkan remisi dalam peringatan Kemerdekaan Ke-76 Republik Indonesia, Tahun 2021. Penyerahan remisi dilakukan secara simbolis oleh Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo kepada sejumlah perwakilan warga binaan, Selasa (17/8/2021), di Aula Lantai III Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman, DIY.

Kegiatan penyerahan remisi tersebut juga tidak hanya dilakukan di Kabupaten Sleman saja, melainkan dilakukan serentak di seluruh indonesia yang diselenggarakan pula melalui virtual oleh Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia.

Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo dalam kegiatan tersebut menyampaikan, bahwa pemberian remisi tidak hanya dimaknai sebagai pemberian hak warga binaan pemasyarakatan. “Pemberianan remisi ini merupakan apresiasi negara terhadap warga binaan pemasyarakatan yang telah berhasil menunjukan perubahan perilaku, memperbaiki kualitas dan meningkatkan kompetensi diri dengan mengembangkan keterampilan untuk dapat hidup mandiri serta menumbuhkan dan mengembangkan usahanya dalam rangka mendukung pembangunan perekonomian nasional,” ungkapnya.

Dikatakan, pemberian remisi hendaknya dilihat sebagai motivasi agar seluruh warga binaan pemasyarakatan selalu berupaya untuk mematuhi dan menaati hukum dan norma yang berlaku dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.”Tolak ukur pemberian remisi tidak didasarkan pada latar belakang pelanggaran hukum yang dilakukan, akan tetapi didasarkan pada perilaku warga binaan selama menjalani hukuman,” ujar Kustini.

Pihaknya menilai pemberian remisi bukanlah suatu bentuk kemudahan bagi warga binaan pemasyarakatan untuk cepat memperoleh kebebasan. Remisi, terang Kustini, merupakan instrumen dan wahana normatif untuk meningkatkan kualitas pembinaan, serta mendorong motivasi diri. “Sehingga warga binaan mempunyai kesempatan, kesiapan beradaptasi tinggi dalam proses reintegrasi sosial sebagai modal untuk kembali ke lingkungan masyarakat secara tepat dan nyata,” tandasnya.

Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo secara simbolis menyerahkan tanda pemberian remisi pada seorang perwakilan warga binaan lapas Sleman, Senin (17/8/2021). Foto: Kiriman Humas Sleman.

Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Yogyakarta Cahyo Dewanto menjelaskan, sebanyak 250 warga binaan yang mendapatkan remisi, 239 orang mendapat Remisi Umum,  4 orang langsung bebas dan 7 lainnya masih melanjutkan menjalani pidana penjara pengganti denda. “Pemberian remisi dilakukan setiap tahunnya bertepatan dengan momen peringatan kemerdekaan RI,” jelasnya.

Remisi, lanjut Cahyo Dewanto, diberikan kepada warga binaan yang memenuhi persyaratan secara administrasi dan substansi seperti berkelakuan baik dan dengan jumlah remisi yang telah diatur sedemikian rupa, yang didasarkan pada Undang-Undang Nomor Tahun 1995 tentang Pemasyarakatan, Keputusan Presiden Nomor 174 Tahun 1999, Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1999, dan Permenkumham Nomor 3 Tahun 2018 tentang pengiran masa pidana yang diberikan kepada Narapidana dan Anak pidana yang telah berkelakuan baik selama menjalanI proses masa pidana.

Sementara itu, Kepala Lapas Cebongan H. Kusnan menambahkan, bahwa warga binaan saat ini mencapai 276. Dan yang diusulkan mendapatkan remisi 164, yang disetujui 156 orang Remisi Umum I dan 9 orang Remisi Umum II. “Langsung bebas, dengan rincian  6 orang menjalani asimilasi di rumah, 3 orang masih ada di dalam  lapas. Jadi dengan mendapatkan remisi 3 orang dan 6 orang yang menjalani asimilasi di rumah secara otomatis bebas hari ini,” imbuh Kusnan. (nun/ ted)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here