Home Pendidikan 234 Sekolah di DIY Siap Melaksanakan PTM

234 Sekolah di DIY Siap Melaksanakan PTM

62
0
Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Kampus SMA Kolese de Britto beberapa waktu lalu. Foto; Dok Bernasnews.com

BERNASNEWS.COM – Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga DIY Didik Wardaya mengatakan sebanyak 234 sekolah di DIY sudah siap melaksanakan PTM (pembelajaran tatap muka). Sekolah tersebut sudah memenuhi syarat ketercapaian vaksin maupun pemberlakuan protokol kesehatan. 

“Rata-rata akan mulai melaksanakan PTM pada 4 Oktober nanti,” kata Didik Wardaya usai mengikuti Rapat Koordinasi dengan Menteri Koordinator Maritim dan Investasi Luhut B Pandjaitan secara virtual, Sabtu (25/9/2021).

Sementara Sekretaris Daerah DIY R Kadarmanta Baskara Aji mengatakan bahwa setelah satu pekan uji coba sejak 20 September 2021, pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) untuk SD dan PAUD di DIY harus tetap diwaspadai. PTM di DIY untuk SD dan PAUD perlu perlakuan yang sangat hati-hati sebab siswa pada kedua jenjang tersebut belum memungkinkan untuk menerima vaksin. 

“Perlu diperhatikan jumlah waktu belajar dan jumlah siswa yang mengikuti tatap muka,” kata Baskara Aji dalam acara yang sama dikutip Bernasnews.com dari Humas Pemda DIY, Minggu (26/9/2021).

Meski vaksinasi pada prinsipnya bukan syarat untuk PTM, namun untuk wilayah DIY memang vaksinasi diberlakukan jika ingin melaksanakan PTM. Mengenai berita adanya klaster sekolah, Baskara Aji mengatakan bahwa kasus positif yang muncul di sekolah bukan klaster dan kemungkinan dibawa dari luar sekolah.  

Pada kesempatan itu, Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi RI Nadiem Makarim mengatakan sebanyak 42 persen satuan pendidikan yang berada di level 3, 2 dan 1 selama pemberlakuan PPKM menyelenggarakan pembelajaran tatap muka terbatas. Setiap daerah memiliki persentase berbeda, namun terkadang tidak sinkron dengan laju vaksinasi. 

“Untuk itu butuh bantuan dari pemerintah daerah untuk memperbolehkan satuan pendidikan di level 1-3 yang memenuhi syarat untuk melaksanakan PTM terbatas sesuai Inmendagri PPKM dan SKB 4 Menteri,” kata Mendikbud Ristek.

Dikatakan, pihaknya memerlukan dukungan dari Dinas Kesehatan di masing-masing daerah untuk menyukseskan vaksinasi pendidik dan tenaga kependidikan (PTK) yang sudah menjadi prioritas nasional.

Menurut Mendikbud Ristek, saat ini PAUD dan SD tidak bisa divaksinasi menyebabkan selama satu tahun kehilangan pendidikan. Padahal, yang paling membutuhkan vaksinasi adalah siswa pada jenjang tersebut. Ia memaparkan dari 62 persen pendidik dan tenaga pendidik yang menerima vaksinasi, sebanyak 39 persen yang telah menerima vaksinasi lengkap dosis 2. “Saya mengapresiasi kepala daerah yang tidak hanya memprioritaskan siswa tapi juga wali murid,” kata Nadiem.

Isu mengenai 15.000 siswa dan 7.000 guru positif Covid-19 berasal dari laporan yang disampaikan oleh 46.500 satuan pendidikan yang belum diverifikasi. Hal ini disebabkan data belum bisa direkonsiliasi dengan baik. “Tapi solusinya bisa melalui pedulilindungi,” kata Mendikbud Ristek.

Sementara Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan pemerintah telah menyusun strategi dalam pelaksanaan pembelajaran tatap muka. Ada hal utama yang perlu diperhatikan yaitu protokol kesehatan, surveilans, vaksinasi dan layanan rumah sakit.

“Setelah PTM dilakukan survei active case setelah tatap muka dan ditemukan dari 22 sekolah 8 negatif, sisanya ditemukan kasus positif,” kata Menkes.

Menurut Menkes, strategi ini melihat keberhasilan China yang menggunakan active case finding (ACF). Misalnya, jika hasil ACF mencapai 0-1 persen, maka dilakukan isoman/terpusat, pelacakan kontak erat, karantina kontak erat, entry dan exit test, tes kontak erat, PTM tetap berjalan untuk rombongan belajar (rombel) yang tidak terpapar.

Sementara, jika hasil 1-5 persen, dilakukan tes semua anggota rombel, PTM tetap berjalan untuk rombel yang tidak terpapar. Sementara, lebih dari 5 persen,  ACF untuk response outbreak, pool test semua anggota sekolah dan PTM dihentikan sementara. (lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here