Home Seni Budaya 20 Kelompok Bregada Ikuti Festival Bregada Rakyat DIY ke-8 Tahun 2021

20 Kelompok Bregada Ikuti Festival Bregada Rakyat DIY ke-8 Tahun 2021

125
0

BERNASNEWS.COM – Sebanyak 20 kelompok bregada mengikuti Festival Bregada Rakyat DIY yang ke-8 tahun 2021 di Sasono Hinggil Kraton Yogyakarta, Sabtu 27 November 2021. Festival Bregada Rakyat yang digelar secara tapping (rekaman video) selain sebagai apresiasi terhadap keterlibatan aktif peserta dalam gerakan panjang pengesahan Undang-Undang Keistimewaan DIY juga sebagai bentuk dukungan atas spirit kekompakan warga dalam mengembangkan aktivitas berkesenian yang bersifat kolektif.

Melalui festival ini, warga lintas kalangan tua muda, laki perempuan, pekerja serabutan atau juragan, bisa guyub ajur ajer dalam satu kesatuan gerak. Istilah heroiknya satu komando satu tujuan. 

Menurut Widihasto Wasana Putra, Ketu Sekber Keistimewaan DIY, dalam rilis yang dikirim kepada Bernasnews.com pada hari Senin 29 November 2021, berbeda dari gelaran sebelumnya, tahun ini khusus melombakan formasi korps musik atau juga disebut ungel-ungelan. Korps musik bregada terdiri dari sejumlah paraga yang memainkan alat musik antara lain terompet, tambur, suling, pui-pui, ketipung dhodhog, kecer dan bende.

“Irama gending yang dimainkan terbagi dua, untuk mengiringi lampah rikat (jalan cepat) dan lampah macak (langkah penghormatan),” kata Hasto-sapaan Widihasto Wasana Putra.

Salah satu kelompok peserta Festival Bregada Rakyat DIY yang ke-8 tahun 2021 di Sasono Hinggil Kraton Yogyakarta, Sabtu 27 November 2021. Foto: kiriman Hasto

Dikatakan, selama satu windu ini Festival Bregada Rakyat DIY, mampu memotivasi tumbuh kembangnya seni keprajuritan berbasis kampung/kewilayahan di seantero DIY. “Performancenya khas Jogja banget,” kata Hasto. 

Menurut Hasto, festival kali ini peserta menampilkan gending-gending khas bregada rakyat yang berbeda dengan gending bregada Kasultanan maupun Puro Pakualaman. 

Saat digelar workshop seni keprajuritan rakyat beberapa pekan lalu, muncul dua karya gending bregada rakyat, yakni gending berjudul Sepur Kluthuk dan Cumblak-Cublak Suweng. Tentu masih banyak gending dapat tercipta. 

Ke-20 kelompok bregada yang berasal dari semua wilayah DIY ini adalah Winata Manggala, Saeko Kapti, Paksi Katon Bantul, Kyai Dongkel, Reksa Winanga, Turonggo Sumber Arum, Dipo Satria, Sorowaja, Niti Manggala, Widya Permana, Sapta Raga, Pura Laya, Klana Cipta Wening, Singosaren, Bregada Umpak Arga, Wiro Sosro, Suryatmaja, Panca Manunggal, Condrosasi Wiratamayai Ronggah.

Penampilan mereka dinilai pada Minggu 28 November 2021 mulai pukul 13.00 dan disiarkan secara live streaming lewat channel tasteofjogja disbuddiy. Dewan juri terdiri dari KPH. Notonegoro (Kraton Yogyakarta), BPH. Kusumo Bimantara (Puro Pakualaman), Memet Chairul Slamet (akademisi), Wawan Isnawan (jurnalis) dan Arsa Madangi Jagad (praktisi seni keprajuritan). 

KPH Notonegoro mengungkapkan kegembiraannya melihat penampilan para peserta festival. Menurutnya kualitas bregada rakyat DIY jauh meningkat dibanding tahun sebelumnya. Ia berharap bregada rakyat lebih berani mengeksplorasi gending-gending yang dapat memperkuat ciri khas bregada rakyat. Termasuk berani mengenakan busana keprajuritan yang mengangkat potensi lokal daerahnya.

Panitia dan wakil peserta Festival Bregada Rakyat DIY yang ke-8 tahun 2021 di Sasono Hinggil Kraton Yogyakarta, Sabtu 27 November 2021. Foto: kiriman Hasto

“Saya mengapresiasi Bregada Klana Cipta Wening dari Putat Gunungkidul yang mengenakan topeng klana yang merupakan potensi kerajinan desa mereka. Jika ini juga bisa diikuti bregada lainnya tentu keberadaan seni keprajuritan akan makin semarak,” ujar Penghageng Kawedanan Hageng Punakawan Kridho Mardowo Kraton Yogyakarta ini.

Tampil sebagai Penyaji Unggulan l Bregada Puro Loyo dari Imogiri Bantul. Penyaji Unggulan ll Bregada Kyai Dongkel, Penyaji Unggulan lll Bregada Klana Cipta Wening dari Gunung Kidul. Sedangkan Penyaji Harapan l Bregada Dipo Satrio dari Kota Yogyakarta, Penyaji Harapan ll Bregada Widya Permana dari Gamping Sleman.

Masing-masing berhak memperoleh uang pembinaan sebesar Rp 15 juta, Rp 12,5 juta, Rp 10 juta, Rp 7,5 juta dan Rp 5 juta. Acara ini diselenggarakan oleh Sekber Keistimewaan DIY bersama Paguyuban Bregada Rakyat DIY didukung Dinas Kebudayaan DIY Kunda Kabudayan. (lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here