Tuesday, May 17, 2022
spot_imgspot_img
spot_img
HomePendidikan100 Tahun SD Pangudi Luhur Yogyakarta Melayani Indonesia dengan Hati

100 Tahun SD Pangudi Luhur Yogyakarta Melayani Indonesia dengan Hati

bernasnews.com – Keluarga besar Sekolah Dasar (SD) Pangudi Luhur Yogyakarta bersyukur dan bersuka cita memperingati 100 tahun usia sekolah karya para Bruder FIC (Congregatio Fratres Immaculatae Conceptianis Beatae Mariae Virginis). Serangkaian agenda sudah dilaksanakan sejak beberapa waktu yang lalu dan puncak acaranya akan diperingati hari Sabtu (19/3/2022) di aula sekolah setempat, dari pagi hingga siang hari.

“Kami bersyukur kepada Tuhan telah memberikan rahmat begitu besar kepada keluarga besar SD Pangudi Luhur Yogyakarta telah mencapai seratus tahun atau satu abad setia melayani dunia Pendidikan Indonesia dengan hati. Keutamaan-keutamaan para pendahulu kami merupakan warisan bernilai tinggi yang sulit ditemukan di zaman ini,” kata Koordinator PG/TK – SD Pangudi Luhur Yogyakarta Bruder Agustinus Marjito, FIC, M.Ed kepada bernasnws.com di sekolah setempat, Jalan Trikora 1 Yogyakarta, pekan ini.

Kepala SD Pangui Luhur I dan II Agustina Lina Raharjaningsih, S.Pd. yang mendampingi bruder koordinator sekolah mengatakan, 100 tahun bukan waktu yang singkat. Seratus tahun juga bukan akhir sebuah perjalanan. Selama 100 tahun ini para pendidik dan tenaga kependidikan terus berusaha mengobarkan semangat pelayanan yang telah dimulai pendahulu para Bruder FIC.

“Pandemi selama dua tahun ini merupakan cara Tuhan untuk mengubah kita semua, para pendidik dan saya pribadi, untuk menjadi manusia baru. Secara global menjadi dunia baru. Kita siap atau tidak siap, harus menjalani ini semua dengan semangat baru. Kami para pendidik di SD Pangudi Luhur Yogyakarta bertekad untuk semakin tumbuh, berbuah dan menjadi berkat,” kata dia.

Cahaya kasih Allah

Bruder Agustinus Marjito, FIC, M.Ed mengatakan, SD Pangudi Luhur merupakan lembaga pendidikan yang dikelola oleh para Bruder FIC. Di tengah masa keprihatinan zaman penjajahan, lembaga ini hadir sebagai cahaya kasih Allah yang menerangi anak-anak muda Jawa di kota Yogyakarta dan sekitarnya.

Dalam tantangan musim, bahasa dan budaya  yang berbeda, para Bruder dari Belanda ingin menggeser mindset lama menuju habistus baru yang penuh pengharapan. Roh kudus telah menggerakkan hati para pendiri untuk mengangkat dan membawa anak-anak muda Yogyakarta memiliki pribadi yang utuh melalui pendidikan baru yang maju dan modern.

“Visi dan misi para pendiri inilah yang senantiasa dihidupi SD Pangudi Luhur Yogyakarta untuk berperan dalam membangun generasi yang tangguh dan unggul untuk menjawab kebutuhan zaman. Dengan semangat para pendiri pula, sekolah ini menjadi lembaga pendidikan terdepan,” kata dia.

Koordinator PG/TK -SD Pangudi Luhur Yogyakarta Bruder Agustinus Marjito, FIC,. M.Ed. didampingi Kepala SD Pangudi Luhur I dan II Yogyakarta Agustina Lina Raharjaningsih, S.Pd dan guru/staf kurikulum Adrianus Sugiarto, S.Pd di sekolah setempat, Jalan Trikora 1 Yogyakarta, pekan ini. (YB. Margantoro/bernasnews.com)

Menurut Bruder Marjito, kehadiran sekolah katolik di Yogyakarta tidak lepas dari adanya kontak pribadi antara Pastor van Lith dengan Pangeran Sasraningrat. Ketika itu Pastor Henri van Drisseche, SJ telah mengelola sekolah Holands Inlandsche School (HIS) di Muntilan yang didirikan oleh Pastor van Lith sebagai tempat praktek para calon guru. “Kehadiran Pastor Henri van Drisseche, SJ dari Muntilan ke Yogyakarta telah berdampak prositif terhadap pendampingan iman umat dan pendidikan kaum muda di tanah kasultanan ini,” kata dia.

Pada tahun 1919, Dewan Umum FIC di Maastricht Belanda diminta membuka misi di tanah Jawa, mengulangi permintaan yang pernah diajukan pada tahun 1883 oleh Pastor Jesuit. Merasa terpanggil untuk mengemban tugas mulia memperbaiki nasib orang-orang pribumi, maka permintaan itu dikabulkan.

Pada tanggal 14 Agustus1920, para misionaris pertama berangkat menuju Batavia (Jakarta) dengan naik kapal Willis dari Pelabuhan Roterdam Belanda. Mereka adalah Bruder August, Bruder Constantius, Bruder Labuinus, Bruder Eufratius, dan Bruder Ivo. Mereka tiba di Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta pada 19 September 1920. Sehari kemudian mereka melanjutkan perjalanan menggunakan kereta api dari Batavia menuju Yogyakarta, selama sepuluh jam.

Tanpa mengerti Bahasa Jawa, dengan bekal pengetahuan yang sedikit mengenai kultur Jawa, para misionaris mulai bekerja pada sekolah yang masih jauh dari sempurna menurut ukuran Belanda. Tepat pada tanggal 19 Juli 1922 dilakukan peletakan baru pertama sebagai pondasi yang kokoh berdirinya gedung SD Pangudi Luhur Yogyakarta.

Dari periode ke periode

Kehadiran, pengabdian dan kemajuan sekolah ini berjalan dari periode ke periode. Mulai periode awal, kemudian periode tahun 1923 – 1942, dilanjutkan periode tahun 1942 – 1945, kemudian periode tahun 1945 -1965, peridoe tahun 1966 – 1983, periode tahun 1983 – 2000, periode tahun 2000 – 2008, periode tahun 2008 – 2019, dan periode 2019 – sekarang. Pada periode sekarang, sekolah dipimpin oleh Bruder Agustinus Marjito, FIC, M.Ed. Mulai tahun 2019 terjadi pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) dengan memperkuat kemampuan teknologi informasi. Perbaikan jaringan internet dan menambah bandwich, sehingga setiap kelas dan ruangan dilengkapi dengan kabel line serta wifi dengan kemampuan untuk seluruh siswa. Dengan sarana prasarana ini, proses pembelajaran dapat bersama seluruh siswa menggunakan teknologi digital. (mar)

spot_img
RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments