Thursday, August 18, 2022
spot_img
spot_img
Home100 Tahun SD Kanisius Wirobrajan Yogyakarta Bersama Menyatukan Hati

100 Tahun SD Kanisius Wirobrajan Yogyakarta Bersama Menyatukan Hati

bernasnews.com — Perayaan 100 tahun Sekolah Dasar (SD) Kanisius Wirobrajan Yogyakarta merupakan sebuah keistimewaan langka. Seluruh warga sekolah dan alumni turut merayakan dengan berbagai kegiatan yang telah direncanakan. Salah satu kegiatan yang menarik dan unik adalah kolaborasi literasi yang dilakukan oleh warga sekolah dan alumni sekolah ini. 

Kolaborasi literasi tersebut menghasilkan sebuah buku bertajuk 100 Tahun Bersama Menyatukan Hati – Kumpulan Tulisan dari Alumni, Guru, Tenaga Kependidikan, Orangtua dan Peserta Didik (2022). Melalui tulisan-tulisan singkat di buku menjadi bukti bahwa gerakan literasi di sekolah ini telah dimulai. Selanjutnya akan terus berkembang maju terus untuk menghasilkan produk yang sangat positif bagi warga sekolah maupun alumni di masa depan.

Catatan-catatan sejarah menyatakan bahwa pada tahun 1922 didirikan sekolah Volkschool yang dikenal oleh masyarakat sebagai sekolah Zending. Sekolah ini sangat penting sebab dapat membantu anak-anak untuk belajar tentang banyak hal berkaitan dengan pengetahuan masa depan. Sekolah Zending yang dikenal oleh masyarakat tersebut mengalami kemajuan sangat signifikan mengikuti perkembangan zaman. 

Sebagai warga bangsa yang memiliki tujuan untuk turut serta dalam pembangunan pendidikan, SD Kanisius memiliki kewajiban untuk ikut ambil bagian dalam mencerdaskan bangsa. Sekolah yang saat ini disebut dengan nama Sekolah Dasar Kanisius Wirobrajan Satu masih eksis dan berdiri tegak hingga tahun 2022 di tengah-tengah Kota Yogyakarta. Sekolah berada di utara timur persimpangan empat Wirobrajan.

Guru-guru pada saat itu bercerita satu ke cerita lain tentang SD Kanisius Wirobrajan yang berawal dari dinding gedek hingga dinding tembok berlantai dua di tahun 2022. Di balik tembok beton megah saat ini, sebuah perjalanan panjang telah dilalui oleh sekolah ini untuk menggembleng para tunas muda menjadi harapan bangsa yang kuat dan berkarakter di masa depan. 

Hasil gemblengan tersebut sangat membanggakan di usia 100 tahun dengan berbagai predikat yang menempel dan melekat. Banyak alumni yang telah ikut berkontribusi dalam pembangunan bangsa secara nyata. Keberhasilan guru adalah ketika melihat para anak didiknya mencapai tingkatan pendidikan berlanjut hingga memperoleh  prestasi yang membanggakan bagi bangsa dan negara.

Sekolah dan para pendidik setempat berhasil menarik perhatian keluarga dan warga masyarakat, terutama para orang tua siswa untuk menyekolahkan putra dan putrinya di sekolah tersebut. Sekolah ini memiliki fasilitas belajar yang sangat memadai. Juga sumber daya manusia pengajar yang kuat dan berkarakter baik kebangsaan maupun kerohaniannya. Para orang  tua menaruh harapan akan hubungan segitiga antara guru, murid, dan orang tua dapat terbangun dengan baik sehingga kemampuan peserta didik mengalami peningkatan secara lebih baik dan ikut berparsipasi dalam pembangunan bangsa di masa yang akan datang. 

Salah satu ornamen penting dalam dalam pendidikan di sekolah adalah guru. Guru merupakan inspirasi bagi para peserta didik yang kesehariannya merupakan persahabatan yang sangat tangguh. Seorang guru sangat memahami apa yang diinginkan oleh peserta didik. Guru adalah terang, pelita, ataupun sinar yang harus dialirkan kepada generasi muda agar mengalami terang sehingga menghalau kegelapan malam. Menjadi guru bukanlah hal mudah sebab yang dihadapi dan digandeng adalah manusia yang terus saja bergerak. Dibutuhkan strategi dan cara yang tepat dalam keadaan apapun untuk mencerahkan peserta didik menuju cakrawala pengetahuan yang lebih luas. Hal inilah yang juga dilakukan oleh para guru di SD Kanisius Wirobrajan Yogyakarta.

Disamping guru-guru hebat, tentunya sangat diperlukan peserta didik yang menjadi prioritas dan tujuan pendidikan itu. Peserta siswa dari zaman ke zaman selalu bergairah dan penuh semangat untuk tetap dan terus belajar walau keadaan atau situasi tidak begitu baik. Pada tahun 2019 hingga 2022 merupakan tahun sulit bagi para pelajar karena peristiwa Pandemi Covid-19 yang mengancam keselamatan. 

Meski demikian, peserta didik dan para pendidik tidak tinggal diam. Mereka melakukan perubahan dengan sangat signifikan dan menganggap peristiwa pandemi Covid-19 merupakan sebuah tantangan yang harus dihadapi oleh para siswa melalui belajar secara online. Tidak boleh menyerah pada keadaan apapun yang menghalangi proses belajar, sebab belajar dan terus belajar merupakan tujuan bangsa ini untuk ikut mencerdaskan bangsa tanpa kecuali.

Dalam kata sambutan pada buku ini, Kepala SD Kanisius Wirobrajan Satu Yogyakarta Ernawati, S.Pd.  mengatakan Seratus Tahun Bersama Menyatukan Hati mengabdi kepada bangsa dan gereja dengan dianugerahi mutiara-mutiara yang sangat luar biasa yaitu para guru, karyawan, siswa, orang tua dan alumni yang dengan segala keindahan serta keunikannya terus berproses dan bertransformasi memperjuangkan nilai-nilai hidup. 

Gerakan literasi yang dilakukan oleh sekolah I Berni patut diacungi jempol. Kepala sekolah bersama para guru dan staff telah memicu banyak pihak untuk terus berkontribusi dalam dunia literasi. Sebab dengan gerakan literasi kita akan menjadi manusia yang beradab, manusia yang berdayaguna, dan memiliki karakter tangguh di antara bangsa-bangsa di muka bumi. (Yoseph Nai HellyS.SiT., M.A., Pustakawan dan pegiat literasi di Yogyakarta)

spot_img
RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments