Home News 1 Juta Liter Droping Air Bersih untuk Gunungkidul

1 Juta Liter Droping Air Bersih untuk Gunungkidul

727
0
Petugas sedang mendroping air bersih di salah satu wilayah di Gunungkidul. (Foto: Istimewa)

BERNASNEWS.COM – Sejumlah daerah di Yogyakarta terdampak kondisi kekeringan. Keberadaan air kian melangka akibat kekeringan ini. Tak sedikit pihak yang memberikan bantuan berupa droping air bersih. Tak ketinggalan Lembaga kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) DIY yang menggalakkan program droping air bersih secara intensif.

Sampai dengan pekan terakhir September 2019, ACT DIY telah menuntaskan droping air bersih sebanyak 1 juta liter, Selasa (24/9/2019).

“Berkat ikhtiar kita semua yang tentunya dibantu oleh para relawan MRI, akhirnya pekan ini ACT DIY telah menuntaskan droping air bersih sebanyak 1 juta liter,” ujar Bagus Suryanto, Kepala Cabang ACT DIY.

Selama ini droping air bersih di fokuskan untuk Wilayah Gunungkidul. Hal ini dikarenakan Gunungkidul menjadi wilayah terdampak paling parah, setidaknya 14 dari 18 Kecamatan mengalami kekeringan atau sebanyak 134 ribu jiwa tengah terdampak kekeringan.

Truk tangki air bersih untuk Gunungkidul. (Foto: Istimewa)

Meskipun demikian, lanjut Bagus, wilayah lain juga mendapat droping air bersih walaupun porsinya lebih sedkit seperti di Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul serta beberapa kecamatan di Kabupaten Kulonprogo yang juga mengalami kekeringan.

Sementara itu ketua bidang Implementasi Program, Kharis Pradana menambahkan, walaupun droping air bersih sudah mencapai 1 juta liter, ini tidak berarti program droping air bersih lantas dihentikan.

“Insyaallah program ini akan terus dilanjutkan hingga musim kemarau berakhir, dengan rata-rata 24 tangki per minggu,” terangnya.

Untuk hari ini Selasa (24/9), droping air bersih akan dilakukan di Desa Wukirsari, Kecamatan Imogiri, Bantul, dengan total 16.000 liter atau 4 tangki, karena menurut data dari BMKG DIY Bantul merupakan wilayah yang tidak mengalami hujan paling lama yaitu lebih dari 90 hari tidak turun hujan.

Selain program droping air, pembangunan sumur wakaf turut menjadi prioritas ACT DIY untuk mengentaskan permasalahan kekeringan di sejumlah wilayah di Yogyakarta.

“Saat ini sudah ada 20 sumur wakaf yang dibangun, dua titik di Kota dan Bantul, dan 18 titik dibangun di Gunungkidul, sumur wakaf ke-20 dibangun di Desa Playen, Kecamatan Playen, Gunungkidul yang pembangunannya selesai pekan ini,” lanjut Kharis. (nun/adh)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here