Home News 1.076 Pihak Tandatangani Pernyataan Kecaman, Dukung Sikap Tegas Sultan

1.076 Pihak Tandatangani Pernyataan Kecaman, Dukung Sikap Tegas Sultan

36455
0
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X. Foto : Istimewa

BERNASNEWS.COM – Pernyataan tegas Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X yang mengecam keras pelaku rusuh dalam demonstrasi menolak UU Cipta Kerja di DPRD DIY, Kamis (8/10/2020) lalu, disambut positif warga Jogja. Senada dengan Sultan, warga berharap pihak kepolisian memproses hukum para pelaku kerusuhan.

Sebagaimana telah diberitakan akibat demonstrasi yang berujung ricuh, sejumlah fasilitas Gedung DPRD DIY dirusak massa, pos jaga dan sejumlah kendaraan polisi hancur serta restoran Legian di Jl. Malioboro dibakar massa.

Sebelumnya, menurut Widihasto Wasana Putra,/ Koordinator Sekber Keistimewaan DIY, warga DIY telah mengeluarkan pernyataan sikap bersama berisi lima poin pokok. Pertama, mengutuk aksi kekerasan massa. Kedua mendukung aparat berwenang mengusut dan memproses hukum para pelaku rusuh. Ketiga menyerukan kepada massa demonstran untuk menyampaikan aspirasi dengan tertib dan konstitusional serta menghormati hak-hak masyarakat sipil lainnya.

Kutipan pernyataan sikap sejumlah pihak. Foto : Istimewa

Keempat, warga DIY siap turun tangan menghadapi pihak manapun yang mengganggu/mengancam keamanan ketertiban masyarakat dan kelima meminta Negara untuk merespon dinamika politik di masyarakat dengan sigap dengan mengedepankan prinsip keadilan dan mengutamakan kepentingan umum. 

“sikap bersama ini dalam tempo singkat ditandatangani secara virtual oleh 1.076 perwakilan lembaga dan tokoh warga,” kata Hasto.

Berdasarkan data yang, menurut Hasto, mereka berasal dari kalangan kepariwisataan seperti ASITA, PHRI, Perhimpunan Usaha Taman Rekreasi PUTRI, Gabungan Industri Pariwisata Indonesia GIPI, Himpunan Pramuwisata Indonesia DIY, Cipta Wisata Indonesia, Asosiasi Museum Barahmus DIY, Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia dll.

Kemudian kelompok seni budaya antara lain Dewan Kebudayaan DIY, Sanggar Seni Bagong Kussudiarjo, ArtJog, Jogja Festival, Komunitas Biola Jogja, Sanggar Seni Keprak, Paguyuban Bregada Rakyat DIY, Paguyuban Dalang Muda, Heritage Cycling Club, Pengelola Wisata Becici, Tebing Brekdi, Menoreh Adventure, Jogja Hotelier Motor community, Sanggar Topeng Koran, Sineprak Anak Muda, Sanggar Keroncong Yogyakarta, Penggiat dan Pemangku Desa Budaya, Tratag Budaya Estetik, Kampung Wisata
Cokrodiningratan, Sekolah Seni Alam Yogyakarta dll.

Selain itu kelompok keagamaan yakni Kevikepan DIY, WKRI DIY, PGI DIY, FMKI DIY, PHDI DIY, Pemuda Ahmadiyah, Komunitas Lintas Iman, Mekar Asmaraning Gusti dan lain-lain. Selanjutnya kelompok ormas dan kepemudaan yaitu Barisan Ansor Serbaguna, Fatayat NU, HMI Cabang Yogyakarta, Karang Taruna, Resimen Mahasiswa, FKPPI, Pemuda Pancasila, GAMKI, Gerakan Rakyat Cinta Pancasila, Keluarga Besar Marhaenis, ORARI, AELI, dll.

Ada pula dukungan dari kelompok pendidikan seperti UGM, ISI, Tamansiswa, IKAUII, UJB, UAJY, USD, UST, PGRI Yogyakarta, Yayasan De Britto, STIKes Surya Global, Kampun UNMAHA, Keluarga Alumni Teladan Yogyakarta, Seminari Tinggi St. Paulus, Dewan Pendidikan DIY dan sebagainya.

Kemudian tak ketinggalan kelompok komunitas warga antara lain Gemayomi, Santri Mlangi, GK Center, Tentara Langit Familia, ASYB Aliansi SMA Yogya Bersatu, Laskar Jogja, Rejomulia, Laskar Kebaya Metal, Garda Songsong Buwana, Sekber Keistimewaan, Foreder, Persatuan Bumi Samin Surosentiko, Forum Dialog Kebangsaan, PAIDJO Paguyuban Alumni ISI Jogja, Kagama, IKKJ, Kotikam, KIBER Kricak Bersatu, Wiridan Sarikraman, Bolo Mancing, Paguyuban Kawula Mataram, Komunitas Pendaki Gunung, Vox Point, Sedulur Jogja Istimewa, Reksa Rumah Zakat, KITA DIY, Penggiat Literasi BOEKOE Sewon, Rumah Tahfizd Amanah Gamping, Paguyuban Kawasan Malioboro dan sebagainya.

Turut serta kelompok profesi dan usaha APINDO DIY, Perhimpunan Advocat Indonesia, PKL Malioboro, Bumdes Panggung Lestari, Pengusaha Sosrowijayan Wetan, Virtual Outdoor Training, Komunitas Otomotif Jogja, Koperasi Pemasaran UMKM Karya Persada Sejahtera, Driver Online, Ikatan Pengusaha Kuliner Online Yogyakarta, Gapeknas, RS Bethesda, RS Sardjito dll.

Tercatat sejumlah tokoh masyarakat seperti GKR Hemas, GKR Mangkubumi, KPH Purbodiningrat, BPH Hario Seno, Bambang Paningron, Robby Kusumaharta, My Esti Wijayanti, Etsar Mukhtazar, Ki Prijo Mustiko, Bram Makahekum, Rany Widayati, Susilo Adi Negoro, Timbul Raharjo, Sindung Tjahyadi, Rani Sjamsinarsi, Bagus Sumbarja, Lestanta Budiman, Nano Asmorodono, Kuss Indarto, Harry Van Jogja, Ki Catur Kuncoro dll.

“Sikap warga mencerminkan tingginya rasa handarbeni terhadap Yogyakarta yang aman dan damai sekaligus harapan agar semua komponen bangsa dapat saling menghormati satu sama lain. Dan kami ucapkan terimakasih kepada 1.076 lembaga/tokoh warga yang telah ikut menandatangani pernyataan bersama. Ke depan sinergi ini perlu terus dipelihara demi terciptanya ketentraman warga,” kata Hasto. (lip)


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here