Home Pendidikan 1.000 Peserta Belajar Pemanfaatan Data Kesehatan Melalui Webinar Magister Farmasi UII

1.000 Peserta Belajar Pemanfaatan Data Kesehatan Melalui Webinar Magister Farmasi UII

185
0
Flyer/pamflet webinar Pemanfaatan Big Data dalam Kebijakan dan Pelayanan Kesehatan pada Sabtu, 4 September 2021. Foto: Istimewa

BERNASNEWS.COM – Program Magister Farmasi Fakultas MIPA UII menggelar webinar dengan tema Pemanfaatan Big Data dalam Kebijakan dan Pelayanan Kesehatan pada Sabtu, 4 September 2021. Tidak kurang dari 1.000 peserta mengikuti webinar melalui perangkat zoom ini. Tingginya animo peserta mengikuti webinar ini menunjukkan ketertarikan dan tingginya kebutuhan akan pemanfaatan data dalam bidang kesehatan.

Menurut Suci Hanifah SF MSi PhD Apt, Ketua Panitia Webinar yang juga Kaprodi Magister Farmasi Fakultas MIPA UII dalam rilis yang dikirim kepada Bernasnews.com, Sabtu (4/9/2021), tampil sebagai narasumber dalam webinar ini adalah dr Anas Ma’ruf MKM, Kepala Pusdatin Kemenkes RI dan Prof Dr Che Suraya, visiting professor di Jurusan Farmasi UII.

Tema tersebut diangkat karena data memberikan kemanfaatan yang sangat besar. Menurut Suci Hanifah, era evidence based practice menuntut pemanfaatan data dalam pembuatan keputusan. Pengumpulan data, pengolahan data dan interpretasi data menjadi aspek strategis yang harus dikuasai oleh seorang praktisi kesehatan. Hal ini juga yang menjadi latarbelakang Magsiter Farmasi UII mengadakan webinar dengan tema tersebut.

Dr Anas Ma’ruf MKM, Kepala Pusdatin Kemenkes RI, mengungkapkan bahwa dalam bidang kesehatan, Indonesia mulai berbenah dengan menyediakan pusat data informasi melalui pengelolaan kementerian kesehatan. Sementara Profesor Che Suraya yang menekuni bidang big data dalam pelayanan farmasi memberikan pelajaran baik dari Malaysia tentang pemanfaatan big data di rumah sakit.

Berbagai aspek kehidupan manusia akan terus berubah seiring dengan revolusi dan perkembangan teknologi yang terjadi. Hal ini memacu perkembangan big data dan data sains. Teknologi dan kemajuan big data memungkinkan pendekatan baru yang menggabungkan dunia fisik, digital dan biologi dengan cara yang fundamental. 

Karena itu, kebijakan nasional saat ini juga mendukung penggunaan sistem informasi aplikasi teknologi perkembangan teknologi data sains juga semakin berperan di Indonesia. Keberadaan data pada tingkat hulu ini memberikan kesempatan pada tingkat hilir di fasilitas kesehatan untuk menggunakan beberapa data base dan monitoring pasien secara real time.

Hal ini mengarah pada pentingnya kompetensi tenaga kesehatan yang mampu membangun, menggunakan dan menginterpretasikan pemanfaatan data. “Bersama Magister Farmasi UII, memungkinkan apoteker dan tenaga kesehatan menguasai pengelolaan data,” kata Suci Hanifah. (lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here